PETANI KAKAO DI TIGALINGGA DAIRI KESULITAN TANGGULANGI PENYAKIT BUSUK BUAH, JAMUR DAN RANTING BUSUK
PETANI KAKAO DI TIGALINGGA DAIRI KESULITAN TANGGULANGI PENYAKIT BUSUK BUAH, JAMUR DAN RANTING BUSUK
Sidikalang (SIB)
Petani kakao (coklat) di Kecamatan Tigalingga sekitarnya sejak beberapa waktu terakhir ini kesulitan menanggulangi hama penyakit busuk buah, jamur dan ranting busuk yang merusak tanaman mereka. Tiga jenis penyakit itu telah mengakibatkan penurunan hasil panen coklat petani dalam jumlah tidak kecil.
Hal tersebut dikemukakan Rasidin Silalahi, S Tarigan dan sejumlah petani kakao lainnya di perladangan Uruk Biru Dusun Kampung Jawa Atas, Desa Lau Sireme Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi, Sabtu (18/2), saat kunjungan kerja Bupati Dairi Johnny Sitohang ke lokasi perladangan yang hanya dapat dicapai dengan kenderaan gardan ganda karena infrastruktur jalan yang parah ditambah lokasi yang berbukit-bukit itu.
Tanaman kakao (dan karet) sejak beberapa tahun terakhir ini menjadi primadona baru petani di Kecamatan Tigalingga, Gunung Sitember dan Tanah Pinem, tiga dari 15 kecamatan di Kabupaten Dairi. Selain kakao, selama ini tiga kecamatan itu dikenal sebagai kawasan penghasil jagung dan kemiri.
Menurut Silalahi yang sudah belasan tahun bertanam kakao di atas lahan seluas sekitar setengah hektar, petani cukup kesulitan karena ketiga penyakit tersebut terbilang susah dibasmi, hanya dapat dikurangi sementara. “Seperti jamur ini pak, karena susah dikendalikan jadinya kami biarkan pohonnya mati,” ujarnya sambil menunjukkan sebatang kakao yang terlihat mulai meranggas. Petani lain memperlihatkan buah kakao yang berwarna kuning pucat akibat kena penyakit.
Bupati didampingi Direktur PD Pasar Anwar Sani Tarigan, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Agus Bukka dan sejumlah kepala Dinas dan staf mengatakan, hal tersebut menjadi catatan khusus dan harus segera ditanggulangi. Secara teknis, pejabat dari Dinas Kehutanan menerangkan bahan-bahan baik alami maupun kimia yang bisa dicoba untuk mengatasi penyakit itu. Dijelaskan pula perlunya dilakukan pemangkasan secara teratur agar tanaman tidak rentan penyakit, selain tidak membasmi semut yang berada di pohon kakao karena berfungsi untuk melindungi tanaman.
Kepada wartawan, Sitohang mengakui petani di Dairi masih banyak yang tertinggal dalam hal pengetahuan. Masih banyak yang modal semangat tapi kurang dalam pengetahuan, karena itulah kegiatan kunjungan kerja ini kita lakukan untuk memberikan penjelasan dan informasi pada petani, katanya.
Dalam kesempatan itu rombongan kunker juga melakukan pemangkasan di kebun kakao milik petani. Selain itu, tim kunker juga melakukan penanaman bibit jagung di lokasi percontohan milik Pari Sembiring, penanaman pohon di sekitar lokasi sekolah, pembukaan jalan tembus sekira 400 meter dari lokasi pertanian masyarakat ke jalan besar (Jalan Tigalingga-Aceh), pemeriksaan kesehatan masyarakat dan kegiatan lainnya. (T14)
Sumber : Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Senin 20 Februari 2012 Halaman 6.
Komentar
Posting Komentar