Angin Kencang Ganggu Pariwisata Silalahi
Sidikalang (SIB)
Angin
kencang yang melanda Silalahi di kawasan Danau Toba Kecamatan Silahisabungan
Kabupaten Dairi sepekan terakhir telah mengganggu bisnis pariwisata
setempat.
“Biasalah,
namanya angin kencang datang, yang mandi-mandi pun jarang,” kata Camat
Silahisabungan Drs Parasian Sihaloho MAP kepada wartawan, Senin (11/6). Menurutnya, kerusakan infrastruktur di
Silalahi akibat angin kencang tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Dairi
Johnny Sitohang.
“Masih
tetap seperti yang kemarin, tetapi laporannya sudah kita buat kepada Pak Bupati
tentang bangunan yang rusak, seperti SMA Negeri Silahisabungan, atapnya dibawa
angin. Kantor camat dan rumah dinas
Camat juga atapnya diterbangkan angin, cold storage (mesin pendingin ikan) di
Lae Pondom dan 10 rumah penduduk. Gereja
HKBP di Paropo juga ada 3 sengnya diangkat angin tapi sudah diperbaiki jemaat
gereja agar tidak mengganggu ibadah,” paparnya.
Kerusakan kantor camat dan rumah
dinas camat, sebut Sihaloho, tidak sampai mengganggu aktivitas pegawai. Adapun bangunan SMA Negeri Silahisabungan, 6
dari 12 ruangan belajarnya rusak diterpa angin kencang.
Hingga Senin kemarin, tiupan angin
kencang masih terasa di Silalahi. Warga
yang sedang mengendarai sepeda motor kadang terlihat berhenti sejenak karena
terganggu oleh tiupan angin kencang.
Tidak sedikit juga warga yang menaruh benda berat seperti ban bekas atau
kayu di atap rumah untuk berjaga-jaga bila angin kencang datang menerpa.
Secara terpisah, Kepala Desa Silalahi 1
Tiopilus Sidebang mengatakan, biasanya Silalahi cukup ramai oleh pengunjung
terutama pada hari Minggu, namun pengunjung kini minim akibat angin kencang
kemarin. Tepian pantai Silalahi yang
biasanya ramai kini terlihat lengang.
Kepala Desa Silalahi 3 Rincon
Situngkir mengatakan, angin kencang telah membuat warga tidak berani turun ke
danau mencari ikan pora-pora. “Angin
kencang begini, orang-orang lebih memilih tidak ke turun danau dulu (untuk
mencari ikan pora-pora), jadinya ya pemasukan pun berkuranglah.”
Sementara itu, Bislon Sidabariba,
warga Desa Silalahi 1 yang hilang sejak Rabu pekan lalu, hingga kemarin belum
ditemukan meski pencarian masih terus dilakukan pihak berwenang dibantu
masyarakat. Seperti diberitakan, kapal
“speedboat” yang ditumpangi korban terbalik diterpa angin kencang. (B4)
Dimuat di SIB, Selasa 12 Juli 2012, halaman 6.
Komentar
Posting Komentar