Kasus Perampokan SPBU di Sidikalang, Brankas Kosong Ditemukan di Parbuluan


Kasus Perampokan SPBU di Sidikalang, Brankas Kosong Ditemukan di Parbuluan

Sidikalang (SIB)
Polisi masih menyelidiki kasus perampokan (pencurian disertai kekerasan) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Sisingamangaraja kawasan Batang Beruh Sidikalang yang mengakibatkan hilangnya brankas berisi uang tunai Rp 160 juta, Minggu malam kemarin.
Menurut Kapolres Dairi AKBP Enggar Pareanom melalui Kasubag Humas AKP L Limbong, Selasa (16/10), polisi telah memeriksa sejumlah saksi namun belum ada tersangka dalam kasus yang menghebohkan masyarakat Sidikalang itu.
Brankas yang dibawa lari pencuri itu sendiri kemarin ditemukan warga dibuang di pinggiran jalan di kawasan Simallopuk Kecamatan Parbuluan Dairi, sekitar belasan kilometer dari TKP, dalam kondisi kosong dan rusak.  Parbuluan merupakan jalur lintas dari Dairi menuju Samosir dan Humbanghas dan sebaliknya.
Menurut Limbong, barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolres.
Sementara itu, pada Selasa pagi kemarin polisi menghadirkan sejumlah karyawan SPBU yang diduga mengetahui peristiwa tersebut ke TKP.  Mereka diminta memperagakan apa yang mereka lakukan pada saat kejadian.
Peristiwa perampokan itu diperkirakan terjadi sekitar Minggu (14/10) malam atau Senin dinihari.  Kawanan pelaku yang oleh sejumlah saksi disebut-sebut datang dengan menggunakan mobil, berhasil membawa lari brankas berisi uang tunai Rp 160 juta yang disimpan di satu bangunan terpisah di kompleks SPBU itu.  Dalam melakukan aksinya, menurut sejumlah saksi, kawanan pelaku menggunakan senjata jenis ‘air soft gun’ dan sempat melumpuhkan karyawan SPBU yang tidur di bangunan tempat brankas disimpan.  Meski demikian polisi masih mendalami keterangan itu. (B4)

Dimuat di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Rabu, 17 Oktober 2012, halaman 6.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung