Jalan di TWI Sitinjo Dibiarkan Rusak


Pengunjung Heran Lihat Jalan di Lokasi TWI Sitinjo Dibiarkan Rusak




Sidikalang (SIB)
                Pengunjung lokasi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Kabupaten Dairi merasa heran melihat jalan di lokasi wisata itu dibiarkan rusak dan berlubang.  Pemkab Dairi diminta memperhatikan soal jalan rusak di lokasi wisata andalan itu karena membawa kesan buruk dalam upaya promosi TWI.
                Hal itu dikatakan Horas (35), warga Pekan Baru Riau, Minggu (18/11) didampingi teman-teman dan keluarganya kepada wartawan.  Horas yang mengaku sedang pulang kampung ke Medan dan menyempatkan berkunjung ke TWI bersama rombongan teman dan keluarganya, merasa kecewa jalan di TWI dibiarkan rusak.
                “Ini jadi promosi negatif TWI, artinya orang-orang yang sudah berkunjung ke TWI akan cerita soal jalan rusak ini ke teman-teman dan keluarganya sehingga menjadi promosi negatif,” katanya.
                Lagipula, lanjutnya, tidak sepantasnya jalan di TWI dibiarkan rusak.  “Ini kan jalan di obyek wisata, ini obyek wisata andalan Dairi, sangat tidak pantas dibiarkan rusak begini.”
                Meski demikian Horas dan rombongannya mengaku secara umum kondisi TWI masih bagus dan layak jadi tujuan wisata.  “Kebersihannya masih terjaga, patung-patungnya juga masih terawat walaupun ada juga yang sudah mulai butuh perhatian lebih,” kata Tarigan, rekan Horas, yang mengaku sudah pernah mengunjungi TWI dua tahun lalu.
                Tarigan memberi catatan khusus soal penginapan berbentuk perahu Nabi Nuh yang kondisnya terlihat sudah mulai kusam.  “Catnya sudah mulai terkelupas, jadinya perahunya terlihat sudah mulai kusam, seharusnya jangan dibiarkan begitu,” katanya.
                Sementara itu Reni, warga Aceh Singkil, seorang pengunjung lain, mengaku terkesan dengan TWI.  Namun ia menyayangkan renovasi jembatan di TWI yang menyebabkan jalan terputus.  “Harusnya dipercepat pengerjaannya, karena jalan putus di TWI terpaksa bikin kita jalan kaki dari ujung ke ujung.”
                TWI Sitinjo merupakan satu-satunya obyek wisata rohani beragam agama di Sumatera Utara.  Dengan luas sekitar 13 hektar, di TWI berdiri rumah-rumah ibadah berbagai agama besar di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.  Ada juga berbagai relief dan semacam situs yang menggambarkan peristiwa-peristiwa keagamaan.  Dari Medan, lokasi obyek wisata yang disebut sebagai ikon pariwisata Kabupaten Dairi ini dapat dicapai dengan 3-4 jam perjalanan.  (B4)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung