Jalan Tembus Dairi-Pakpak Bharat Terancam Putus
Jalan Tembus Dairi-Pakpak Bharat Lewat
Panjaratan Terancam Putus
· Badan Jalan Tinggal Tersisa Satu Meter Akibat
Longsor
Sidikalang (SIB)
Jalan tembus (jalan alternatif) Kabupaten
Dairi-Pakpak Bharat melalui Panjaratan, yang juga jalur menuju Kabupaten Aceh
Singkil dan Kota Subulussalam Provinsi NAD, terancam putus. Badan
jalan di Desa Kuta Dame Kecamatan Kerajaan, persisnya perbatasan Dusun Tanjung
Rahu dengan Dusun Galiaman, longsor sejak beberapa pekan lalu dan kondisinya
makin parah.
Badan
jalan di desa yang dikenal dengan produksi pertaniannya tersebut tinggal
tersisa sekitar satu meter akibat tergerus longsor. |Akibatnya,
jalan yang ramai digunakan warga bila jalur utama Jalan Sidikalang-Sukarame
macet akibat longsor dan semacamnya tersebut, tidak bisa dilalui truk dan
sejenisnya. Agar kenderaan roda empat berukuran kecil bisa melintas,
dipasang batang kayu di atas jalan yang longsor, itupun dengan catatan sopir
harus ekstra hati-hati.
Menurut Jeki Manik (30), seorang warga
setempat, Sabtu (24/11) kepada wartawan di Kuta Dame, longsor sudah terjadi
sekitar akhir Agustus silam. “Mulanya yang longsor cuma sedikit,
tapi makin hari makin parah, sampai jalan tak bisa lagi dilalui. Itu
kejadiannya kira-kira tiga minggu lalu, jadi biar jalan bisa dipakai terpaksa
dipasang batang kayu,” katanya dan menambahkan, kerusakan diperparah lagi
dengan sumbatnya gorong-gorong yang terdapat di bawah badan jalan itu. Gorong-gorong
itu sendiri terlihat berbeda ukuran diameternya di bagian atas dan bawah
sehingga terjadi penyumbatan.
Menurut Anggota DPRD Sumut Richard Eddy M
Lingga SE, pihak Pemprovsu harus secepatnya turun tangan memperbaiki kondisi
jalan terancam putus itu. “Jalan ini sudah ditingkatkan statusnya
dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi melalui Keputusan Gubernur Sumut
Nomor 188.44/30/KPTS/2012 tanggal 19 Januari 2012, persisnya lagi 3,5 kilometer
ruas jalan Sidikalang-Panjaratan (batas Pakpak Bharat) dan 10 kilometer ruas
jalan Sukarame-Tanjung Rahu Panjaratan,” jelasnya.
Manik meminta pihak berwenang segera turun dan
memperbaiki jalan itu. “Jangan tunggu makin parah lagi, jangan
nunggu ada korban dulu baru diperbaiki.” (B4)
Dimuat di Harian
Sinar Indonesia Baru (SIB), Senin, 26 November 2012, halaman 6.
Komentar
Posting Komentar