TPA Sidiangkat Dipindah


Dairi Peroleh Dana Rp 3 M dari APBN, TPA Sidiangkat Dipindah ke Lae Gerat

Sidikalang (SIB)
Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang saat ini berada di Sidiangkat akan pindah ke kawasan Lae Gerat Sidikalang, tahun 2013 mendatang.  Bersamaan dengan itu, TPA Kabupaten Dairi tersebut akan ditingkatkan sistem pengolahannya dari sistem ‘open dumping’ (sampah dibuang begitu saja di TPA di lapangan terbuka) menjadi ‘sanitary landfill’ (sampah di TPA ditimbun dan dipadatkan sehingga lebih ramah lingkungan).  Rencananya, Pemkab Dairi akan memperoleh kucuran dana sekitar Rp 3 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2013 untuk pengadaan TPA baru tersebut.
Hal itu dikatakan Sekdakab Dairi Julius Gurning SSos MSi kepada wartawan, kemarin, di Sidikalang.  “TPA kita sekarang ini sudah tidak memenuhi standar lagi untuk kesehatan lingkungan, jadi harus dipindahkan.  Kita sudah mengajukan proposal ke Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan rencananya ada sekitar Rp 3 miliar nanti yang akan dianggarkan untuk pembangunan TPA Kabupaten Dairi, jadi sumber dananya dari APBN TA 2013,” jelasnya.
Sekda menyebutkan, pembangunan TPA baru tersebut akan disertai pengadaan peralatan untuk pemadatan sampah dan peralatan lainnya. Adapun TPA Sidiangkat yang saat ini masih dipakai, nantinya diubah fungsinya menjadi tempat pembuangan sampah sementara.  Sampah yang menumpuk di Sidiangkat, diangkut ke TPA baru.
Menurutnya, soal pengadaan TPA baru tersebut sebenarnya terkait erat dengan rencana menjadikan kota Sidikalang ‘kota Adipura’.  Dengan masih menggunakan TPA sistem ‘open dumping’, skor penilaian untuk meraih Adipura menjadi kecil karena belum ramah lingkungan. 
Ia juga mengingatkan, Pemkab Dairi sudah membuat dan menyediakan bak tempat sampah yang isinya dipilah berupa sampah organik dan an-organik sehingga pengolahannya di TPA lebih mudah.  (B4)

Dimuat di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Jumat, 23 November 2012, halaman 6.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung