HASIL REKAPITULASI PENGHITUNGAN SUARA PILGUBSU DI DAIRI, PASANGAN ESJA UNGGUL TELAK RAIH 53 PERSEN SUARA




·         RENDAHNYA TINGKAT PARTISIPASI PEMILIH DAN BANYAKNYA SUARA TIDAK SAH DISOROT

Sidikalang (SIB)
            KPU Dairi menggelar rapat pleno terbuka dengan agenda rekapitulasi penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 7 Maret 2013 tingkat Kabupaten Dairi, Selasa (12/3) di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang.  Rapat dipimpin Ketua KPU Veryanto Sitohang didampingi para komisioner, dihadiri saksi-saksi pasangan calon, petugas PPK dari 15 kecamatan se-Dairi, Panwaslu Dairi dan undangan lainnya.
Hasil rekapitulasi, pasangan nomor urut 2 Effendy Simbolon/Djumiran Abdi (Esja) unggul telak di Dairi dengan perolehan 59.372 suara (53,56 persen), disusul pasangan Amri Tambunan/RE Nainggolan 17.787 suara (16,08 persen), Gus Irawan Pasaribu/Soekirman (GusMan) 15.511 suara (14,01 persen), Gatot Pujonugroho/Erry Nuradi (Ganteng) 13.142 suara (11,88 persen), Chairuman Harahap/Fadly Nurzal (Charly) 4.843 suara (4,38 persen).  Pasangan Effendy/Djumiran menguasai seluruh 15 kecamatan di Dairi.
Adapun jumlah pemilih tetap (DPT) Pilgubsu di Dairi sebanyak 194.504 pemilih, namun yang datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya hanya 113.358 pemilih (58,28 persen).  Jumlah suara sah 110.655, sementara suara tidak sah 2.523.
Menanggapi hasil rekapitulasi penghitungan suara itu, tidak ada pernyataan keberatan dari para saksi pasangan calon.  Saksi pasangan Esja (Resoalon L Gaol),  Amri-RE (Herbert Limbong), GusMan (Ronald Sagala), Ganteng (Karimin Silalahi) dan Charly (Benari Butar-butar) secara senada menerima hasil rapat pleno itu.
Secara terpisah, Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Dairi Ir Benpa Hisar Nababan kepada wartawan kemarin menyoroti rendahnya tingkat partisipasi pemilih serta banyaknya suara tidak sah.  KPU Dairi harus belajar dari kondisi tersebut untuk suksesnya Pilkada Dairi 2013 dan Pemilu legislatif 2014.
“Jelas, sosialisasi sangat kurang oleh KPU, banyak masyarakat tidak tahu tanggal 7 Maret merupakan hari-H Pilgubsu, apalagi tahu siapa-siapa saja calon gubernur dan wakil gubernur,” katanya. 
Banyaknya suara tidak sah, lanjut Wakil Ketua DPRD Dairi ini, antara lain juga akibat tidak tersosialisasinya dengan baik cara mencoblos di TPS.  Banyak pemilih langsung mencoblos surat suara tanpa membuka seluruhnya terlebih dahulu sehingga tembus ke tanda gambar pasangan lain.  “Itu bukan cuma di TPS-TPS di desa-desa, tapi juga di TPS-TPS di kota Sidikalang yang nota bene penduduknya sudah lebih tinggi tingkat pendidikannya. Terus terang, suara Esja banyak berkurang akibat suara-suara tidak sah ini, karena pemilihnya kebanyakan masyarakat kecil.”  (B4)

DIMUAT DI HARIAN SINAR INDONESIA BARU (SIB), RABU, 13 MARET 2013, HALAMAN 14.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung