PAGELARAN MALAM BUDAYA PAKPAK KABUPATEN DAIRI DI PRSU MERIAH
·
TAHUN INI DIBANGUN KANTOR LEMBAGA KEBUDAYAAN
PAKPAK BERBIAYA RP 1 M DI DAIRI
Sidikalang
(SIB)
Pagelaran Malam Budaya Pakpak Kabupaten Dairi
memeriahkan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-42 tahun 2013 di open
stage PRSU Tapian Daya Medan, Sabtu (16/3) malam
berlangsung meriah.
Acara disaksikan sekitar seribu pengunjung (termasuk rombongan Pemkab
bersama masyarakat dari Dairi yang jumlahnya mencapai sekitar tigaratus orang
serta perantau asal Dairi yang tinggal di Medan), diisi dengan drama legenda,
lagu-lagu serta tarian tradisional Pakpak.
Turut hadir, Asisten III Setdaprovsu Asrin Naim, Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro
yang membuka acara tersebut, anggota DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga, unsur
Muspida Dairi, Wakil Bupati Iwansyah Pasi, Sekdakab Julius Gurning, tokoh
masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda Dairi serta undangan lainnya.
Acara pagelaran sebenarnya berlangsung biasa-biasa saja, bahkan terkesan
monoton sebagaimana tahun 2012 lalu.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dairi selaku pelaksana kegiatan tetap
belum mampu menampilkan materi pagelaran yang memukau pengujung.
“Acaranya biasa-biasa saja, malah pidato-pidato anggota DPRDSU dan Bupati
yang lumayan bernas. Untungnya kegiatan
ini berlangsung malam Minggu, pengunjung ramai,” ujar Efran Sinaga, seorang
pengunjung kepada wartawan.
Bupati dalam sambutannya mengatakan, kegiatan malam pagelaran merupakan
sarana untuk promosi budaya dan kehidupan masyarakat Dairi. “Masyarakat Dairi adalah masyarakat yang
ramah, bersifat terbuka, santun. Di
Dairi banyak potensi-potensi yang menarik, termasuk satu di antaranya ialah
Taman Wisata Iman yang merupakan satu-satunya wisata rohani berbagai agama,”
jelasnya.
Budaya merupakan faktor penting
karena merupakan jati diri kita, kata Bupati.
Pembangunan tanpa budaya atau pembangunan yang mengabaikan budaya tidak
akan bisa mencapai tujuan dengan baik.
Tahun 2013 ini, lanjut Sitohang, di Sidikalang akan dibangun gedung Lembaga
Kebudayaan Pakpak (LKP) dengan sumber dana dari BDB Provsu Tahun Anggaran
2013. Tujuannya tak lain untuk
pelestarian budaya, karena itu jugalah pada TA 2014 mendatang direncanakan
pembangunan sanggar budaya Pakpak (dengan dana terpisah dari pembangunan gedung
LKP) sebagai lanjutan pembangunan gedung LKP juga sudah bisa terealisasi.
Menurut Sitohang, tadinya bantuan BDB tersebut hanya berjumlah Rp 400 juta
dan peruntukkannya bukanlah untuk pembangunan kantor LKP, melainkan pembangunan
kantor lembaga kebudayaan Jawa di Sidikalang.
“Namun berkat lobi-lobi yang kita lakukan, akhirnya jadilah alokasi dana
untuk pembangunan gedung LKP, bahkan dananya diperbesar hingga menjadi Rp 950
juta,” paparnya sambil menambahkan, pengurus LKP diharapkan tetap kompak dan
bersatu hati dalam kiprahnya untuk pengembangan budaya. Hal itu bukan berarti kita mengenyampingkan
budaya lain, lanjutnya, melainkan dengan pemikiran bahwa jauh lebih elok jika
kantor lembaga budaya Pakpak yang berdiri di Kabupaten Dairi. (B4)
DIMUAT DI HARIAN SINAR INDONESIA
BARU (SIB), SENIN, 18 MARET 2013, HALAMAN 6.
Komentar
Posting Komentar