Akta Lahir Gratis



Diserahkan Bupati Dairi, 184 Warga Desa Simanduma Terima Akta Lahir Gratis




Sidikalang (SIB)
                Sejumlah 184 warga Desa Simanduma Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi menerima akta lahir gratis yang diserahkan Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro, Selasa (6/8) dalam sebuah acara di desa tersebut.  Selain akta lahir gratis, Bupati juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga desa.
                Menurut Camat Pegagan Hilir Jonny Hutasoit, pembagian akta lahir gratis itu merupakan tindak lanjut dari diajukannya permohonan akta lahir gratis oleh warga desa saat acara pelayanan akta kependudukan di Gereja Methodis Simanduma, Juli lalu.
                Program ini untuk membantu masyarakat yang belum memiliki akta lahir, dan dilakukan secara bertahap, kata Camat.
                Bupati Johnny Sitohang dalam acara itu mengatakan Pemkab Dairi pada prinsipnya terus berupaya memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal dokumen kependudukan berupa akta lahir itu. 
                Bupati juga menjelaskan sejumlah hal seputar program-program Pemkab Dairi yang sudah terlaksana dengan baik, juga program-program yang masih belum bisa terwujud akibat berbagai faktor sehingga akan dilanjutkan nantinya.
                Yang agak mengejutkan, Kepala Desa Simanduma, Salon Banjarnahor dalam sambutannya mengatakan akan mengundurkan diri jika Johnny Sitohang tidak terpilih kembali sebagai Bupati Dairi periode 2014-2019 dalam Pilkada 10 Oktober mendatang.  Sebab, menurut Kepala Desa, semasa kepemimpinan Sitohang begitu banyak program Pemkab yang dicurahkan ke Desa Simanduma, padahal dulunya desa tersebut sepertinya kurang perhatian.
                Para tetua dan tokoh masyarakat desa tersebut juga menyerahkan seperangkat ulos dan memberangkatkan Sitohang untuk maju kembali dalam Pilkada Dairi.  (B4)

Dimuat di Harian SIB, Senin, 12 Agustus 2013, halaman 6.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung