Proses Menuju Putaran Kedua Pilkada Dairi Mulai Berjalan




Putaran Kedua Pilkada, Tantangan bagi Kedewasaan Berdemokrasi Masyarakat Dairi

Laporan : Herry Suranta Surbakti
Wartawan SIB

Tahapan Pilkada Dairi 27 Oktober kemarin (yang dilaksanakan bersamaan dengan kabupaten Langkat, Tapanuli Utara dan Deliserdang) ternyata masih harus berlanjut setelah tujuh pasangan calon yang ikut Pilkada, tak satupun  mencapai 30 persen dari suara sah. KPUD Dairi telah memutuskan putaran kedua Pilkada berlangsung Selasa 9 Desember mendatang, atau dimajukan hampir dua minggu dari jadwal semula, 22 Desember 2008.
      Dua pasangan yang maju ke putaran kedua adalah Drs Parlemen Sinaga MM/dr Budiman Simanjuntak dan KRA Jhonny Sitohang Adinagoro/Irwansyah Pasi SH. Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara KPUD Dairi, pasangan Parlemen/Budiman meraih 33.974 suara atau 26,07 persen, Jhonny/Irwansyah 31.678 (24,31 persen), sedangkan lima pasangan lain adalah Ir Tagor Sinurat MSc/Ir Arson Sihombing 24.048 (18,45 persen), SM Tumpal Sianturi/Dra Remita br Sembiring 20.447 (15,69 persen), Drs FJ Pinem/Ir Tumpu Capah 9.645 (7,40 suara), Hotraja Sitanggang SSos/Ir Bungaran Sinaga 7.535 (5,78 persen) dan Drs Viktor Ujung/Drs Mardongan Sigalingging 3.005 suara (2,31 persen). Adapun total suara sah berjumlah 130.332, sedangkan suara tidak sah mencapai 1.762.
Proses menuju putaran kedua Pilkada Dairi 9 Desember mulai berjalan, misalnya saja pemutakhiran data pemilih  dilaksanakan 15-22 Nopember.  Soal pemutakhiran data ini termasuk hal yang cukup krusial, mengingat pada putaran pertama kemarin terdapat kekecewaan sejumlah warga ataupun kelompok masyarakat karena tidak terdaftar sebagai pemilih. Salah satu bukti masih terdapat sejumlah kelemahan pada pendataan pemilih putaran pertama kemarin adalah temuan DPW Partai Peduli Rakyat Nasional (PRN) dan Partai Patriot Dairi bahwa diduga banyak terdapat pemilih ganda, dalam artian seorang warga terdaftar di lebih dari satu TPS berbeda.  Malah, sesuai temuan itu, sejumlah anggota Polri juga ikut terdaftar sebagai pemilih, misalnya saja anggota Polres Dairi Dapot Silitonga di TPS V Sidikalang dan Suharta di TPS VI Sidikalang. Dapot sendiri kepada wartawan mengatakan baru mengetahui namanya terdaftar sebagai pemilih setelah diberitahu Ketua DPW PPRN Kabupaten Dairi Dahlan Sianturi, beberapa hari setelah proses rekapitulasi penghitungan suara usai.
Selanjutnya, sesuai keterangan Ketua KPUD Dairi Pasder Berutu kepada wartawan, penajaman visi misi kedua pasangan calon dijadwalkan 3-5 Desember.  Pasder mengatakan pihaknya kemungkinan tidak mengatur secara terperinci soal penajaman visi misi itu. “Bisa kampanye terbuka dengan pengerahan massa atau bisa pula sekedar pertemuan di dalam ruangan, terserah para calon. Hal seperti ini yang kami lihat juga saat study banding di Jawa Timur dan Kalimantan Timur,” katanya.
Seiring dengan itu, yang patut dicatat di sini adalah KPUD Dairi sebagai penyelenggara Pilkada harus menjalankan peran dan tugasnya yang cukup berat sekaligus vital itu sesuai dengan aturan main.  KPUD haruslah berwibawa, kredibel sekaligus tegas dalam menghadapi berbagai tarik-menarik kepentingan yang mungkin muncul. Apalagi kini KPUD Dairi tinggal beranggotakan 4 orang saja setelah salah seorang anggotanya Hendra Sinaga MSp mengundurkan diri beberapa waktu lalu dan maju sebagai caleg dari sebuah parpol.
PENGAMANAN
      Seluruh masyarakat Dairi tentu berharap putaran kedua Pilkada bisa berjalan tertib, lancar dan damai. ‘Persaingan-persaingan’ di lapangan yang mungkin saja diwarnai gesekan-gesekan hingga 'letupan-letupan' sebagaimana pernah terjadi dua hari menjelang putaran pertama Pilkada 27 Oktober lalu harus bisa dicegah sedini mungkin.
Sekedar 'menoleh' ke belakang, peristiwa Sabtu siang 25 Oktober yang sampai diwarnai letusan senjata api oleh petugas kepolisian di pusat kota, persisnya dekat lampu merah Simpang Empat Sidikalang itu merupakan rangkaian dari keributan antara pendukung calon bupati yang telah terjadi Jumat (24/10) malam sebelumnya di Desa Lae Sering, tak jauh dari Desa Sopobutar, Kecamatan Siempatnempu Hilir.  Pada Sabtu petang setelah insiden di pusat kota Sidikalang itu, Wakapoldasu Brigjen Pol Drs Joko Trisno Santoso bersama sejumlah perwira Polda termasuk Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Baharuddin Djafar MSi dan Wadir Intelkam AKBP Daud Subarkah turun ke Dairi dan langsung mengadakan pertemuan dengan para kandidat serta unsur Mupida Dairi.  Minggu keesokan harinya, Wakapoldasu kepada para wartawan media cetak dan elektronik menyampaikan bahwa AKBP Marzuki  ditunjuk sebagai Plh Kapolres Dairi.  Wakapolda pada hari Minggu pagi itu juga menyatakan pihaknya memeriksa dua oknum anggota Polres Dairi yang diduga telah bertindak di luar standar operasional prosedur (SOP) karena terlibat dalam keributan antar pendukung calon bupati itu.
Dalam konteks ini, soal pengamanan Pilkada oleh Polres Dairi (dibantu TNI) sepatutnya diletakkan sebagai salah satu hal prioritas dan dilakukan dengan profesional sekaligus hati-hati. Potensi-potensi permasalahan atau keributan yang mungkin muncul sewajarnya dapat diatasi sedini mungkin sehingga setiap tahapan atau proses Pilkada dapat dikawal dengan sebaik-baiknya. 
Dalam latar itulah diharapkan Pilkada Dairi dapat berjalan lancar dan damai, sekaligus mempunyai makna bagi demokrasi. Seperti amanat Gubsu H Syamsul Arifin dalam sosialisasi Pilkada Dairi yang disampaikan Kepala Biro Otda Setdaprov Sumut Drs Bukit Tambunan, Selasa 14 Oktober lalu di kantor bupati Dairi di Sidikalang, Pilkada sejatinya bukanlah sekedar memilih siapa yang akan menjadi pimpinan di suatu daerah, melainkan juga merupakan proses pembelajaran kehidupan berpolitik dan berdemokrasi dalam suatu koridor hukum yang benar.
      Tak salah bila kita katakan putaran kedua Pilkada Dairi ini merupakan tantangan dan ujian kepada seluruh masyarat Dairi, para elit politik dan parpol, juga KPUD sendiri sebagai penyelenggara Pilkada, apakah sudah cukup dewasa dalam berdemokrasi atau berpolitik sehingga Pilkada dapat berlangsung lancar dan damai. 

Dimuat di Harian SIB, November 2008.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung