Kapoldasu Turun ke Dairi Pascaaksi Unjuk Rasa Massa Berujung Rusuh


·         Minta Masyarakat Tetap Jaga Ketertiban dalam Berdemokrasi





Sidikalang (SIB)
            Kapolda Sumut Irjen Pol Syarief Gunawan turun ke Dairi, Sabtu (5/10), melihat secara langsung situasi Sidikalang yang memanas dan sempat mencekam pada Jumat (4/10) malam menyusul aksi massa besar-besaran memprotes KPU Dairi yang berujung rusuh.
            Dalam peristiwa Jumat malam kemarin, kantor KPU dan DPRD Dairi dirusak dan disegel massa, satu mobil dinas KPU dibakar, dua mobil Sekretaris Dewan dan mobil pool DPRD dirusak dan digulingkan.  Selain itu gedung Balai Budaya di kantor bupati juga dirusak. Massa protes karena menilai daftar pemilih tetap (DPT) masih bermasalah yakni terdapat sekitar 51 ribu pemilih ganda atau fiktif. Selain itu massa mempertanyakan adanya logistik Pilkada disebut-sebut bermasalah di Kecamatan Silima Pungga-pungga.
            Kapolres Dairi AKBP Donny Damanik dalam temu pers, Sabtu pagi mengatakan kekuatan personil Polri telah ditambah dengan BKO dari Brimob dan Polres tetangga sebanyak 428 orang, yakni Brimob 201 orang, Polres Pakpak Bharat 60, Tanah Karo 40, Simalungun 34, Samosir 30, Humbahas 30, Binjai 33.  Mereka ditempatkan untuk pengamanan lokasi-lokasi strategis dan konsentrasi massa, termasuk kantor KPU, DPRD, Panwaslu, kantor bupati, pengamanan pasangan calon serta komisioner KPU, sampai situasi dinyatakan aman.
            Polisi juga telah mengamankan 6 pria diduga terlibat pengrusakan serta membawa senjata tajam di lokasi yakni BHG (24) warga Sidikalang, DJM (53) warga Hutagugung, HH (37) warga Pegagan Julu II Sumbul, SS (34) warga Humbahas, HS (23) warga Hutarakyat, JPS (43) warga Sidikalang.
Sementara itu dalam upacara di halaman Mapolres Dairi Jalan Sisingamangaraja Sidikalang yang diikuti para personil Polres dan BKO pada Sabtu pagi, Kapolda mengatakan dirinya tiba di Sidikalang pada Sabtu sekitar pukul 03.00 pagi  meski sebenarnya sejak Jumat sore sudah berencana ke Dairi.
            “Akhirnya saya sampai di kota ini jam 3 pagi sambil melihat-lihat situasi kondisi dan saya bersyukur bisa bertemu dengan para anggota untuk menyiapkan diri menghadapi tugas-tugas yang akan datang,” katanya.
            Ia meminta seluruh personil melaksanakan tugas pengamanan Pilkada dengan penuh kehormatan, profesional, adil dan berdiri di atas semua pihak. 
“Untuk itu bilamana ada oknum-oknum yang akan mengganggu kenyamanan dan ketenangan kota ini atau kabupaten ini, jangan ragu-ragu untuk mengambil tindakan karena masih banyak masyarakat kita yang menginginkan kedamaian ketertiban.  Kita adalah aparat yang berdiri di atas semua golongan dan tugas kita hari ini adalah untuk mengamankan yang katanya pesta demokrasi, namun kenyataannya tidak mencerminkan apa itu demokrasi.  Untuk itu ditekankan sekali lagi agar netralitas dijaga.  Sesama bangsa Indonesia, sesama orang kabupaten tentunya hal yang menyedihkan kalau hal tersebut (berdemokrasi) dilakukan dengan cara-cara yang tidak ada etika kesopanannya hanya untuk kepentingan golongan dan kelompoknya,” jelas Kapolda.
Seluruh anggota diminta bersiap diri untuk antisipasi segala sesuatu dan agar masing-masing pimpinan melakukan evaluasi.  “Saya minta kapolres dan jajarannya termasuk rekan-rekan BKO untuk dapat mengendalikan diri dan jangan sampai terpancing emosi. Kita harus bertindak dengan jiwa yang sehat dan akal pikiran yang cerdas sehingga apapun yang kita lakukan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” pesannya.
Dalam pertemuan dengan pers, Kapoldasu didampingi Kapolres berharap masyarakat tetap dalam posisi menjaga ketertiban serta keamanan.  “Masyarakat harus sudah lebih dewasa lagi terhadap hal seperti ini,” katanya.

PERTEMUAN PARA CALON
Sementara itu, Plh Bupati Dairi Julius Gurning SSos MSi kepada wartawan mengatakan pihaknya masih mendata aset-aset yang rusak.  Ia juga menyayangkan aksi pengrusakan yang, menurutnya, sebenarnya tidak perlu terjadi bila semua pihak bisa menahan diri. 
Plh Bupati menjelaskan, pada Jumat malam dilakukan pertemuan keempat pasangan calon bersama Muspida di kantor DPRD Dairi.  Pertemuan berakhir sekitar pukul 02.00 WIB.  Hasilnya, sebut Gurning, KPU akan melakukan validasi DPT sebagaimana permintaan beberapa pasangan calon, KPPS ditugaskan mencoret pemilih ganda, kesepakatan Pilkada damai yang sudah diteken akan dilakukan sepenuhnya, sisa waktu ke depan masing-masing calon dan tim pemenangan menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Kantor KPU yang disegel massa juga akan dibuka kembali oleh KPU bersama Polres agar kegiatan penyelenggaraan Pilkada dapat dilanjutkan secara normal, lanjut Sekda.

MINTA PILKADA DIUNDUR
            Sementara itu fungsionaris DPD PDI Perjuangan Sumut Minarti Rehulina Bangun didampingi Ketua DPC Kabupaten Dairi Ir Benpa Hisar Nababan meminta agar Pilkada Dairi diundur.  Permintaan itu merupakan hasil rapat yang dilaksanakan DPC bersama unsur DPD menyikapi peristiwa demo rusuh.
              Menurut Minarti, permintaan Pilkada diundur dilatari sejumlah faktor antara lain, DPT bermasalah, KPU sebagai penyelenggara tidak profesional dan netral, PNS banyak terlibat tim sukses, juga kondisi yang belum kondusif.  “Pendistribusian logistik Pemilu yang dilaksanakan padahal masih masa kampanye merupakan contoh ketidaktepatan kinerja itu,” ujarnya.
            Benpa mengatakan, agar Pilkada berkualitas bisa dicapai, faktor-faktor yang disebutkan pihaknya tersebut harus lebih dulu diperbaiki. (B4)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung