Kembali Datangi KPU Dairi hingga Malam, Aksi Massa Dibubarkan Paksa Polisi
· Setelah DIcek, Tak Ada Surat Suara yang Dicoblos
Sidikalang (SIB)
Aksi massa yang kembali
mendatangi kantor KPU Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Sabtu (5/10),
akhirnya dibubarkan polisi secara paksa sekitar pukul 20.10 WIB, setelah sempat
terjadi negosiasi dan perdebatan massa dengan KPU/Panwaslu yang tidak mencapai
titik temu.
Sekitar duaratusan warga
kembali mendatangi kantor KPU sejak Sabtu siang, mempertanyakan soal distribusi
logistik Pilkada di Kecamatan Silima Pungga-pungga yang disebut-sebut sudah
dicoblos dan akhirnya dibawa kembali ke Sidikalang pada Jumat siang
kemarin. Selain itu massa
juga mempertanyakan soal DPT yang dianggap masih bermasalah.
Disaksikan Ketua
Panwaslu Hotmanida Capah, Plh Bupati Dairi Julius Gurning, Kapolres AKBP Donny
Damanik, Ketua DPRD Delph Ujung, Dandim 0206/D Letkol Inf Syawal F Tambunan dan
tim pemenangan pasangan calon, surat suara yang disebut-sebut sudah “dikerjai”
itu kemudian dikeluarkan untuk diperiksa.
Hasilnya, suara suara masih utuh dan tidak ada
yang sudah dicoblos seperti yang disebut-sebut. Namun jumlahnya di berita acara tidak
sesuai dengan jumlah fisik. Di
berita acara disebutkan surat suara sebanyak 10.097 namun setelah dihitung
ternyata bertambah menjadi 10.150.
Hasil “pemeriksaan
secara bersama” itu kemudian disampaikan kepada massa yang masih menunggu di
halaman kantor KPU. Sempat
terjadi ‘saling lempar bola’ antara Ketua DPRD, Panwaslu dan tim pemenangan
pasangan calon untuk menentukan siapa yang akan menyampaikan hasil pemeriksaan
tersebut kepada massa karena Ketua KPU Veryanto Sitohang bersama para
komisioner tidak ikut keluar menemui massa. Ketua Panwaslu akhirnya menyampaikan
hal tersebut namun massa dengan berteriak-teriak menyatakan tidak percaya,
malah mengejek Hotmanida Capah telah ikut konspierasi dan memintanya mundur
dari jabatan.
Ketua KPU akhirnya
menyampaikan hal yang sama namun massa tetap menolak, bahkan Sitohang juga
diejek. Anggota tim
pemenangan pasangan Parlemen/Reinfil, Dahlan Sianturi kemudian menjelaskan hal
yang sama bahwa tidak ada kertas suara yang sudah dicoblos, namun massa tetap
menyatakan tidak percaya.
Kapolres meminta warga
untuk pulang karena aspirasinya sudah disampaikan, terlebih lagi waktu sudah
malam, namun massa bersikeras bertahan. Polisi
akhirnya membubarkan paksa dengan memukul mundur mereka.
Kantor KPU sendiri
mendapat pengawalan ekstra ketat. Personil
Brimob bersenjata lengkap disiagakan pintu depan, demikian juga kenderaan
taktis. Sejak Sabtu siang, juga meningkatkan frekuensi
patroli. (B4)
Komentar
Posting Komentar