Dalam Acara “Coffee Morning” SPS Sumut, Gubsu Ditanya Soal Calon Sekdaprovsu Pilihannya
Medan (SIB)
Gubsu
H Gatot Pujo Nugroho mengaku telah mengirim pesan singkat (SMS) kepada Mendagri Tjahjo Kumolo soal satu nama
calon Sekdaprovsu pilihannya. Sebelumnya,
dalam rakor dengan para gubernur dan kabinda di Jakarta, Mendagri secara
eksplisit menyinggung soal Sekdaprovsu dan menanya Gubsu tentang calon pilihannya.
Hal
itu dikatakan Gubsu menjawab pertanyaan peserta dalam acara “Coffee morning
selamat pagi Sumut” yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumut di
Garuda Plaza Hotel Medan, Sabtu (8/11). Acara
turut dihadiri Ketua SPS Cabang Sumut H Teruna J Said, Ketua PWI Provinsi Sumut
HM Syahrir, Ketua Komisi Informasi Publik Sumut H Zaki Abdullah, Kadis Kominfo
Provsu Jumsadi Damanik, para pimpinan media cetak di Sumut, wartawan senior dan
undangan lainnya.
“Mendagri
secara eksplisit menyebut Sumut dalam Rakor dengan para gubernur dan kabinda
seindonesia baru-baru ini. Mana Sekdaprovsu
yang dimaui Gubsu, kata Mendagri ketika itu.
Saya sudah SMS Mendagri,” kata Gatot.
Sebelumnya, tiga nama calon Sekdaprovsu telah dikirim ke Depdagri,
masing-masing Arsyad Lubis, Hasban Ritonga dan Randiman Tarigan.
Ketika
moderator acara Zaki Abdullah mendesak siapa satu nama tersebut, Gubsu dengan
bergurau mengelak. “Kan ada tiga nama
yang diajukan, inisialnya AL, HR dan RT.
Pilihan saya inisialnya SPS.”
Menurutnya,
ketiga nama tersebut sudah masuk ke tim penilai akhir (TPA) yang diketuai Wakil
Presiden dan beranggotakan Mendagri dan sejumlah pejabat lainnya, termasuk
Kepala BIN. “Jadi tidak benar kalau ada
isu yang menyebutkan sudah keluar SK nama Sekdaprovsu,” katanya lagi.
Dalam
kesempatan itu, Gatot juga ditanya soal masih lowongnya jabatan Dirut PDAM
Tirtanadi Medan dan Dirut Bank Sumut.
Dirut kedua BUMD yang berada di bawah naungan Pemprovsu itu sudah sekian
lama lowong.
Menurut
Gubsu, masih lowongnya dua jabatan Dirut tersebut tak lepas dari faktor
politis. “Sering sekali substansi
masalah terabaikan karena faktor politik, penyelesaian secara politik.
Ini juga terjadi di sini. Soal calon Dirut Bank Sumut misalnya, sudah
konsultasi ke otoritas jasa keuangan (OJK) dan sudah dipanggil Komisi C
DPRD
Sumut ketika itu. Semua sudah oke. Tapi ketika diusulkan ke Jakarta,
ternyata
banyak persoalan.”
Ia
mengatakan, roda organisasi PDAM masih bisa berjalan normal meski Dirut
tidak
ada, sebab masih ada direktur-direktur lainnya yang masih bisa bekerja.
Sementara soal calon Dirut Bank Sumut, masih dikonsultasikan
di Bank Indonesia. (A17)
Dimuat di SIB Senin, 10 November 2014, Halaman 2.
http://hariansib.co/view/Medan-Kita/35611/Di-Coffee-Morning-SPS-Sumut--Gatot-Ditanya-Siapa-Calon-Sekdaprovsu-Pilihannya.html#.VIsOhaIyYWF
http://hariansib.co/view/Medan-Kita/35611/Di-Coffee-Morning-SPS-Sumut--Gatot-Ditanya-Siapa-Calon-Sekdaprovsu-Pilihannya.html#.VIsOhaIyYWF
Di Coffee Morning SPS Sumut, Gatot Ditanya Siapa Calon Sekdaprovsu Pilihannya
*Soal Dirut dan PDAM Tirtadani, Gubsu : Ada Faktor Politisnya
Senin, 10 November 2014 | 10:36:56
Medan (SIB)- Gubsu H Gatot Pujo Nugroho mengaku telah mengirimkan pesan singkat kepada Mendagri Tjahjo Kumolo soal satu nama calon Sekdaprovsu pilihannya. Sebelumnya, dalam Rakor dengan para gubernur dan Kabinda di Jakarta, Mendagri secara eksplisit menyinggung Gubsu tentang nama calon pilihannya untuk calon Sekdaprovsu.
Hal itu dikatakan Gubsu menjawab pertanyaan peserta dalam acara “Coffee Morning Sumut” yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumut di Garuda Plaza Hotel Medan, Sabtu (8/11) yang dihadiri Ketua SPS Cabang Sumut H Teruna J Said. Hadir pula Ketua PWI Provinsi Sumut HM Syahrir, Ketua Komisi Informasi Publik Sumut H Zaki Abdullah, Kadis Kominfo Provsu Jumsadi Damanik, para pimpinan media cetak di Sumut, wartawan senior dan undangan lainnya.
“Mendagri secara eksplisit menyebut Sumut dalam Rakor dengan para gubernur dan kabinda seindonesia baru-baru ini. Mana Sekdaprovsu yang dimaui Gubsu, kata Mendagri ketika itu. Saya sudah SMS Mendagri,” kata Gatot. Sebelumnya, tiga nama calon Sekdaprovsu telah dikirim ke Depdagri, masing-masing Arsyad Lubis, Hasban Ritonga dan Randiman Tarigan”, kata Gatot.
Ketika moderator acara Zaki Abdullah mendesak siapa satu nama tersebut, Gubsu dengan bergurau mengelak. “Kan ada tiga nama yang diajukan, inisialnya AL, HR dan RT. Pilihan saya inisialnya SPS”, ucapnya.
Menurutnya, ketiga nama tersebut sudah masuk ke tim penilai akhir (TPA) yang diketuai Wakil Presiden dan beranggotakan Mendagri dan sejumlah pejabat lainnya, termasuk Kepala BIN. “Jadi tidak benar kalau ada isu yang menyebutkan sudah keluar SK nama Sekdaprovsu,” katanya lagi.
Dalam kesempatan itu, Gatot juga ditanya soal masih lowongnya jabatan Dirut PDAM Tirtanadi Medan dan Dirut Bank Sumut. Dirut kedua BUMD yang berada di bawah naungan Pemprovsu itu sudah sekian lama lowong.
Menurut Gubsu, masih lowongnya dua jabatan Dirut tersebut tak lepas dari faktor politis. “Sering sekali substansi masalah terabaikan karena faktor politik, penyelesaian secara politik. Ini juga terjadi di sini. Soal calon Dirut Bank Sumut misalnya, sudah konsultasi ke otoritas jasa keuangan (OJK) dan sudah dipanggil Komisi C DPRD Sumut ketika itu. Semua sudah oke. Tapi ketika diusulkan ke Jakarta, ternyata banyak persoalan.”
Ia mengatakan, roda organisasi PDAM masih bisa berjalan normal meski Dirut tidak ada, sebab masih ada direktur-direktur lainnya yang masih bisa bekerja. (A17/c)
Hal itu dikatakan Gubsu menjawab pertanyaan peserta dalam acara “Coffee Morning Sumut” yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumut di Garuda Plaza Hotel Medan, Sabtu (8/11) yang dihadiri Ketua SPS Cabang Sumut H Teruna J Said. Hadir pula Ketua PWI Provinsi Sumut HM Syahrir, Ketua Komisi Informasi Publik Sumut H Zaki Abdullah, Kadis Kominfo Provsu Jumsadi Damanik, para pimpinan media cetak di Sumut, wartawan senior dan undangan lainnya.
“Mendagri secara eksplisit menyebut Sumut dalam Rakor dengan para gubernur dan kabinda seindonesia baru-baru ini. Mana Sekdaprovsu yang dimaui Gubsu, kata Mendagri ketika itu. Saya sudah SMS Mendagri,” kata Gatot. Sebelumnya, tiga nama calon Sekdaprovsu telah dikirim ke Depdagri, masing-masing Arsyad Lubis, Hasban Ritonga dan Randiman Tarigan”, kata Gatot.
Ketika moderator acara Zaki Abdullah mendesak siapa satu nama tersebut, Gubsu dengan bergurau mengelak. “Kan ada tiga nama yang diajukan, inisialnya AL, HR dan RT. Pilihan saya inisialnya SPS”, ucapnya.
Menurutnya, ketiga nama tersebut sudah masuk ke tim penilai akhir (TPA) yang diketuai Wakil Presiden dan beranggotakan Mendagri dan sejumlah pejabat lainnya, termasuk Kepala BIN. “Jadi tidak benar kalau ada isu yang menyebutkan sudah keluar SK nama Sekdaprovsu,” katanya lagi.
Dalam kesempatan itu, Gatot juga ditanya soal masih lowongnya jabatan Dirut PDAM Tirtanadi Medan dan Dirut Bank Sumut. Dirut kedua BUMD yang berada di bawah naungan Pemprovsu itu sudah sekian lama lowong.
Menurut Gubsu, masih lowongnya dua jabatan Dirut tersebut tak lepas dari faktor politis. “Sering sekali substansi masalah terabaikan karena faktor politik, penyelesaian secara politik. Ini juga terjadi di sini. Soal calon Dirut Bank Sumut misalnya, sudah konsultasi ke otoritas jasa keuangan (OJK) dan sudah dipanggil Komisi C DPRD Sumut ketika itu. Semua sudah oke. Tapi ketika diusulkan ke Jakarta, ternyata banyak persoalan.”
Ia mengatakan, roda organisasi PDAM masih bisa berjalan normal meski Dirut tidak ada, sebab masih ada direktur-direktur lainnya yang masih bisa bekerja. (A17/c)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:

Komentar
Posting Komentar