SPS Cabang Sumut Gelar Workshop “Memperluas Segmentasi Pelanggan”

Bikin Koran Itu Gampang, yang Susah Menjualnya





Medan (SIB)
Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumatera Utara menggelar workshop pemasaran bertajuk “Memperluas segmentasi pelanggan”, Sabtu (8/11) di Garuda Plaza Hotel Medan, diikuti 30 peserta dari berbagai media di Sumut.
Menurut Sekretaris SPS Sumut Farianda Putra Sinik saat membuka workshop, kegiatan tersebut merupakan penutup dari rangkaian seminar dan workshop yang digelar organisasi penerbit surat kabar itu dalam tiga pekan terakhir.  Sebelumnya telah digelar seminar bahasa media, iklan, dan workshop desain grafis.
“Keempat kegiatan ini merupakan program SPS Sumut,” kata Farianda.
Narasumber Meiky Sofyansyah (Kepala Pengembangan dan Komunikasi Pemasaran Tempo) dalam paparannya menjelaskan arti penting segmentasi dalam industri koran.  Bikin koran itu gampang, yang susah itu menjualnya, karena itulah perlu segmentasi, katanya.
Ia mengatakan, segmentasi erat kaitannya dengan memposisikan produk.  “Posisi produk ini bukan sekedar agar kita mengetahui siapa yang membaca koran kita, untuk tahu soal pasar produk kita, tetapi juga memahami industrinya, termasuk di sini iklannya.  Jika segmen koran kita masyarakat ekonomi kelas bawah, misalnya, tentu tak mungkin akan ada pemasang iklan mobil mewah, tapi yang mungkin ada iklan obat sakit kepala dan semacamnya,” jelasnya.
Lebih lanjut Meiki menjelaskan, agar segmentasi jelas dan terperinci, harus ada pendekatan riset.  Secara umum terdapat empat faktor yang berpengaruh besar dalam penentuan segmentasi koran, yakni geografis, demografis (termasuk tingkat pendidikan, pekerjaan, gender, usia, pendapatan pembaca), fisikografi (gaya hidup), dan behavioural (kebiasaan atau perilaku pembaca).
“Karena segmentasi itu jugalah, koran nasional pasti sulit menjadi urutan pertama dalam hal sirkulasi di daerah, paling hebat kedua atau ketiga.  Sudah pasti yang urutan pertama itu ialah koran lokal,” katanya.
Acara ditutup pengurus SPS Sumut Porman Wilson Manalu.  Turut hadir, pengurus lainnya termasuk H Baharuddin, Zul Taufik yang juga sebagai moderator, Dessy Fifi Septiani, Arifin Butar-butar (Harian SIB), Jumian Situmorang, dan undangan lainnya.  (A17)

Dimuat di SIB, Minggu, 9 November 2014, halaman 2.



Banner top
SPS Sumut Gelar Workshop “Memperluas Segmentasi Pelanggan”
Bikin Koran Itu Gampang, yang Susah Menjualnya
Minggu, 9 November 2014 | 13:48:45
SIB/HERRY SURANTA SURBAKTI
WORKSHOP : Narasumber Meiky Sofyansyah memaparkan soal segmentasi pelanggan dalam workshop pemasaran yang digelar SPS Cabang Sumut di Garuda Hotel Plaza Medan, Sabtu (8/11).
Medan (SIB)- Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumatera Utara menggelar workshop pemasaran bertajuk “Memperluas segmentasi pelanggan”, Sabtu (8/11) di Garuda Plaza Hotel Medan, diikuti 30 peserta dari berbagai media di Sumut.

Menurut Sekretaris SPS Sumut Farianda Putra Sinik saat membuka workshop, kegiatan tersebut merupakan penutup dari rangkaian seminar dan workshop yang digelar organisasi penerbit surat kabar itu dalam tiga pekan terakhir.  Sebelumnya telah digelar seminar bahasa media, iklan, dan workshop desain grafis.
“Keempat kegiatan ini merupakan program SPS Sumut,” kata Farianda.

Narasumber Meiky Sofyansyah (Kepala Pengembangan dan Komunikasi Pemasaran Tempo) dalam paparannya menjelaskan arti penting segmentasi dalam industri koran.  Bikin koran itu gampang, yang susah itu menjualnya, karena itulah perlu segmentasi, katanya.

Ia menyebutkan, segmentasi erat kaitannya dengan memposisikan produk.  “Posisi produk ini bukan sekedar agar kita mengetahui siapa yang membaca koran kita, untuk tahu soal pasar produk kita, tetapi juga memahami industrinya, termasuk di sini iklannya.  Jika segmen koran kita masyarakat ekonomi kelas bawah, misalnya, tentu tak mungkin ada pemasang iklan mobil mewah, tapi yang mungkin ada iklan obat sakit kepala dan semacamnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Meiki menjelaskan, agar segmentasi jelas dan terperinci, harus ada pendekatan riset.  Secara umum terdapat empat faktor yang berpengaruh besar dalam penentuan segmentasi koran, yakni geografis, demografis (termasuk tingkat pendidikan, pekerjaan, gender, usia, pendapatan pembaca), fisikografi (gaya hidup), dan behavioural (kebiasaan atau perilaku pembaca).

“Karena segmentasi itu jugalah, koran nasional pasti sulit menjadi urutan pertama dalam hal sirkulasi di daerah, paling hebat kedua atau ketiga.  Sudah pasti yang urutan pertama itu ialah koran lokal,” katanya.

Acara ditutup pengurus SPS Sumut Porman Wilson Manalu.  Turut hadir, pengurus lainnya termasuk H Baharuddin, Zul Taufik yang juga sebagai moderator.  (A17/d)





Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPP Mamre GBKP Puji Pengurus Klasis Riau-Sumbar yang Teratur Gelar RPL

Rumah Tradisional Karo “Siwaluh Jabu’ di Desa Lingga Kini Sepi Pengunjung