Turis Asal Rusia Tertarik pada Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang
Turis Asal Rusia Tertarik pada Gedung Nasional Djauli Manik
Sidikalang
Sidikalang (SIB)
Jimm (34), seorang turis asal Rusia,
mengaku tertarik dan terkesan melihat bangunan Gedung Nasional Djauli Manik di
Jalan Sisingamangaraja Sidikalang Kabupaten Dairi. Hal tersebut dikatakannya kepada wartawan,
Kamis (12/7) di halaman gedung tersebut.
“Bangunannya bagus, antik, terutama
bagian atasnya (atap bangunan Gedung Nasional bermotifkan rumah adat Pakpak),”
kata Jimm yang mengaku bekerja sebagai wartawan sebuah majalah di Rusia.
Awalnya ia mengira gedung tersebut
sebagai rumah adat atau museum. Namun
pria dengan tas ransel di punggung dan kamera tersandang di dadanya tersebut
agak kecewa karena ternyata gedung tutup, padahal tadinya ia ingin menggali
informasi lebih jauh tentang bangunan tersebut, terutama motif rumah adat di
bagian atapnya.
Meski tertarik dengan gedung yang
sudah berusia puluhan tahun tersebut, Jimm menyayangkan kondisi secara umum
gedung yang terkesan kurang maksimal perawatannya, terutama di bagian halaman
yang terlihat agak kotor.
“Saya suka bangunan ini, antik,
bagus sekali,” katanya berulang-ulang.
“Jadi dimana saya bisa temukan rumah adat seperti ini (di Sidikalang)?”
Jimm mengaku hanya beberapa jam
berada di Sidikalang. “Saya dari Danau
Toba dan mau ke Leuser Aceh,” ujarnya dalam bahasa Inggris. Beberapa jam berada di Sidikalang digunakannya
untuk berkeliling di kota. Ia juga
mengaku tertarik melihat batik berwana kuning bermotif tradisional Pakpak yang
banyak ia lihat dikenakan PNS Pemkab Dairi.
“Dimana saya bisa dapatkan itu? Saya mau beli satu.” Saat dijelaskan
bahwa itu pakaian khusus untuk PNS, Jimm cuma tertawa sembari kecewa.
Sidikalang bukanlah kota wisata yang
rajin dikunjungi turis. Meski demikian
sesekali terlihat wisatawan mancanegara berjalan di kawasan kota, umumnya hanya
singgah beberapa jam berganti kenderaan umum sebelum melanjutkan perjalanan,
misalnya dari Samosir atau Parapat dengan tujuan Aceh dan sebaliknya.
Rabu (11/7) kemarin, tiga bule
wanita asal Prancis yang hendak berangkat ke Aceh juga sempat singgah di sebuah
warung makan di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. Ketiganya terlihat ramah sehingga beberapa
warga menggunakan kesempatan tersebut untuk foto bersama. (B4)
SUMBER : Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Minggu 15 Juli 2012, Halaman 12.


Komentar
Posting Komentar